KOLEKSI

Kamis, 18 November 2010

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH KODE 005

MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN ULANGAN SEMESTER . MELALUI RAPAT KERJA MGMP Di
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penulisan bentuk tes merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam menyiapkan bahan ulangan harian, ujian semesteran, ujian sekolah dan lainnya. Setiap butir tes yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator tes yang sudah disusun di dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan tes bentuk objektif dan kaidah penulisan soal uraian.

Tes merupakan suatu alat pengumpul informasi jika dibandingkan dengan alat yang lain karena tes bersifat resmi karena penuh dengan batasan-batasan (Sukarsimi, rikunto. 2006:33). Ditinjau dari segi kegunaan tes untuk mengukur kemampuan siswa, secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi 3 macam tes yaitu : tes formatif, tes diagnostik, tes sumatif.
Penggunaan bentuk tes tertulis, sangat tergantung pada perilaku / kompetensi yang akan diukur. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur / ditanyakan dengan mempergunakan tes tertulis dalam bentuk tes objektif. Ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan mempergunakan tes perbuatan / praktik.
Dengan demikian tidak semua perilaku harus dinyatakan dengan bentuk tes uraian atau objektif mengingat setiap bentuk tes, masing-masing memiliki keunggulan dan juga memiliki kelemahan.
Keunggulannya , untuk tes bentuk pilihan ganda diantaranya dapat mengukur kemampuan / perilaku secara objektif, sedangkan untuk tes uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Kelemahan bentuk tes objektif diantaranya adalah sulit menyusun pengecohnya, sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman perskornya.
Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat, untuk memperoleh berbagai informasi ketercapaian kompetensi peserta didik (Mimin, 2006:16). Penilaian pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan proses dan hasil belajar para peserta didik dan hasil mengajar guru. Informasi mengenai hasil penilaian proses dan hasil belajar serta hasil mengajar yaitu berupa penguasaan indikator- indokator dari kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Informasi hasil penilaian ini dapat digunakan sebagai sarana untuk memotivasi peserta didik dalam pencapaian kompetensi dasar, melaksanakan program remidial serta mengevaluasi kompetensi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menyusun tes sumatif semester ganjil melalui rapat kerja MGMP harus mencerminkan bahan pembelajaran semester ganjil yang terdiri dari beberapa standar kompetensi, kompetensi dasar dan beberpa indikator dalam setiap kompetensi dasar. Menyusun tes disesuaikan dengan tuntutan indikator yang ada karena tiap indikator minimal harus ada satu tes untuk mengetahui ketuntasan pembelajaran.
Apabila tes yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya guru akan mengetahui kelemahan siswa. Untuk dapat menyusun tes yang memenuhi persyaratan cukup sulit karena menyusun tes memerlukan pengetahuan, ketrampilan serta ketelitian yang cukup tinggi.
Rakajoni dalam bukunya Etty mengatakan secara makro tugas guru berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia yang pada akhirnya akan paling menentukan kelestarian dan kejayaan kehidupan bangsa (Etty, 1998:26). Pada dasarnya tugas guru mendidik mengajar, melatih serta mengevaluasi siswa, agar peserta didik dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan kehidupan selaras dengan kodratnya sebagai manusia. Berkaitan dengan tugas guru didalam mengevaluasi siswa maka guru hendaknya memiliki ketrampilan membuat tes. Kegunaan tes adalah untuk mengukur kemampuan siswa setelah mendapat proses pembelajaran. Dengan demikian guru memiliki kewajiban untuk membuat tes. Hanya guru bersangkutan yang tahu tentang kemajuan akademik siswa melalui hasil tes. Menyusun tes untuk mengetahui tingkat kemampuan akademik pada semester ganjil guna mempersiapkan pembelajaran di semester berikutnya.
Kenyataan yang terjadi di sekolah bahwa guru jarang menyusun tes biasanya mempergunakan tes yang sudah ada, tinggal menyesuaikan dengan pokok bahasan yang diajar. Keadaan seperti ini juga terjadi di .........., sehingga sering terjadi tidak tepat antara bahan ajar dengan tes pada semester bersangkutan. Disisi lain guru sebagian besar belum biasa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada ( bank soal).
Melihat kondisi seperti ini guru belum memiliki kompetensi untuk menyusun tes dan belum mencoba menyusun tes hasil karya sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut maka penelitian ini perlu dilaksanakan.

B. Identifikasi Masalah
Dari pengamatan penulis di lapangan setelah melakukan obsevasi dalam penulisan tes Sumatif pada semester ganjil , kenyataannya ,sebagian guru-guru ..........yang dijadikan sempel, masih mengalami kesulitan dalam penysunan tes profesional. Dengan demikian maka kompotensi guru perlu ditingkatkan utamanya dalam penysunan tes profesional untuk sumatif.
Adapun permasalahan yang terdapat dalam penyusunan tes profesional adalah sebagai berikut :
1. Guru belum mampu menyusun bunyi butir tes dengan tujuan pembelajaran
2. Guru belum mampu mengukur aspek prilaku tingkat kesukaran Taxonomi Bloom ( C1 – C6)
3. Guru belum mampu mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penyusunan tes.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah - masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun tes sumatif semester ganjil melalui rapat kerja MGMP di ..........?
2. Apakah melalui rapat kerja MGMP dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun tes sumatif semester ganjil di .......?

D. Pemecahan Masalah
Dalam pemecahan masalah di atas akan dilakukan melalui rapat kerja guru mata pelajararan sejenis yang tergabung dalam MGMP sekolah, untuk bersama-sama menyusun tes sumatif semester ganjil di ...........


E. Tujuan dan Manfaat
Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah: agar guru – guru .......... yang tergabung dalam MGMP sekolah dapat menyusun tes sumatif berdasarkan mekanisme dan langkah - langkah yang ada. Agar guru-guru .......... memiliki kompotensi menyusun tes sumatif yang standar.
Manfaat penelitian ini adalah :
agar guru-guru ..........meiliki kompotensi dalam menyusun tes melalui mekanisne dan prosudur secara standar, sehingga dalam mengevaluasi pembelajaran tidak mengadopsi soal tes yang ada.

DOWNLOAD BAB SELANJUTNYA DISINI!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar